Ramadhan Bulannya Melatih Kesabaran

(Foto Akhi Zul : Masjid Raya Baiturrahman)

Salah satu nama daripada Ramadhan  aalah syahrul shabr, yaitu bulan kesabaran, mengapa bulan Ramadhan ini disebut bulan kesabaran ? Sebab, ibadah utama di bulan tersebut adalah puasa, dan puasa merupakan separuh dari kesabaran. Sebagaigamana Rasulullah bersabda “ Puasa adalah itu adalah separuh kesabaran”.  

Dengan puasa, umat Muslim dididik untuk bersabar, menahan lapar dan haus sejak terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Ada makanan tidak dimakan, ada minuman tidak diminum, padahal makanan itu milik sendiri minuman itu milik sendiri. Ia menahan diri untuk tidak mengkonsumsinya, dengan pula dengan hawa nafsu, baik istri yang cantik dan pasangan yang halal. Namun ia menahan diri untuk tidak mencampurinya karena sedang puasa. Tidak hanya itu, demikian pula menahan diri dari mengumpat,. Menahan diri inilah yang merupakan bagian dari tarbiyah atau pendidijan jati diri khsusus kesabaran, yang Allah desain melalui puasa. 

Berpuasa juga bukan saja menahan dari rasa lapar dan dahaga, namun juga mampu menahan dari rasa emosi dan amarah yang melanda, memang benar hadirnya amarah tidak serta merta membatalkan puasa,tapi karenanya mengakibatkan menurunnya kualitas ibadah puasa yang sedang kita jalani pada ketika itu. Rasa amarah merupakan bagian dari nafsu yang perlu kita kendalikan

Lalu bagaimana caranya agar kita bisa menahan diri dari emosi dan amarah yang melanda pada saat menjalan ibadah puasa ? Yuk simak beberapa hal yang bisa di lakukan diantaranya adalah: 

Peratama, Untuk menahan diri dari amarah, khususnya bagi yang mudah terpancing emosi, sudah seharusnya hindari orang-orang dan situasi yang berpotensi membuat marah pada saat menjalankan ibadah puasa. Atau bisa juga mencoba lakukan dengan menjaga jarak dari mereka yang dianggap merupakan pihak yang dapat memicu amarah nanti. Dengan begitu, akan lebih tenang dalam beribadah di bulan Ramadan.

Kedua, Bagi umat muslim, beristighfar merupakan suatu hal lazim yang diucapkan oleh seluruh umat dalam kondisi apapun. Seperti halnya di saat mengalami kondisi yang memicu emosi dan amarah karena perkataan ataupun tindakan orang lain, maka di anjurkan untuk memperbanyak istighfar. Dengan begitu tetap bisa menahan diri dan menjalankan ibadah puasa dengan lancar. Selain beristighfar, juga bisa menurunkan emosi dan amarah dengan berwudhu agar lebih tenang dalam menanggapi kondisi dan orang lain yang dapat memicu sisi emosional .

Ketiga, Berolahraga di rumah, sekitaran rumah secara ringan menjelang berbuka puasa atau setelah salat tarawih juga dianggap menjadi solusi untuk menahan emosi dan amarah yang keluar karena olahraga dapat menurunkan hormon stress kortisol dalam tubuh serta menggantikannya dengan hormon bahagia. 

Keempat, Ikhlas dan tenang merupakan salah satu cara yang bisa kamu lakukan saat kamu mulai terpicu emosi dan amarah. Apabila membiarkan amarah dan emosi yang membendung perasaan, maka hal positif lainnya akan berkurang. Untuk itu, tanamkan pada diri untuk berusaha menjadi orang ikhlas dan tenang dalam kondisi apapun. 

Keenam, Hindari menjadi orang yang mudah berperasaan negatif. Ketika sedang menjalani ibadah puasa, lalu ada teman yang perkataan atau pun tindakannya membuat sakit hati atau marah, cukup hiraukan saja. Dengan begitu, kamu bisa tetap menjalankan ibadah puasa dengan baik.

Dalam salah satu hadis yang diriwayatkan dari Abu Hurairah, disebutkan bahwa Nabi Muhammad SAW bersabda "Jika seseorang di antara kamu berpuasa, maka janganlah berkata kotor pada hari itu, dan janganlah berbuat gaduh. Jika dimarahi oleh seseorang atau dimusuhinya, hendaklah ia berkata: ‘saya sedang berpuasa’,” [HR. al-Bukhari dan Muslim].

Orang yang berpuasa adalah orang yang sabar, dimana ia mampu menahan hawa nafsu dengan tujuan untuk menjadi insan yang muttaqin yakni bertakwa kepada Allah Swt. Setiap kebaikan yang dilakukan oleh seorang hamba khsusnya apda bulan mulia ini (Ramadhan), tentu akan di balas dengan berlipat ganda jua oleh Allah Swt. Hal tersebtu sebagaimana yang disebutkan dalam surah Az-Zumar Ayat 10, Allah mangatakan bahwa Allah akan berikan, cukupkan orang-orang yang sabar pahala tanpa hitungan. Artinya, Allah dapat melipatgandakan pahala orang-orang yang sabar hingga tidak terbatas. 

Kesempurnaan puasa kita adalah menjadi hamba yang bersabar, sabar meniggalkan kepentingan diri, sabar meningglkan seusuatu daripada kemolekan dan kelalaian aktivitas  duniawi. 


*Akhir Zul 

(Pengajar TPQ Plus Baiturrahman &

-Kader RMRB Banda Aceh)

Share

Unggulan

Kesempatan Emas Untuk Pemuda Yang Ingin Belajar Jadi Imam dan Penceramah. Yuk Daftar!

Banda Aceh - Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh mengadakan pelatihan Imam dan Penceramah menjelang bulan Ramadhan, ini m...