Sibukkan Diri Dengan Al Quran  Di Bulan  Ramadhan

Sibukkan Diri Dengan Al Quran Di Bulan Ramadhan

(Foto: Santri TPQ Baiturrahman sedang mengaji)

Beramal dan beribadah kepada sang pencipta merupakan kewajiban setiap hamba sebagai makhluk ciptaaan sang khalik yaitu Allah Swt. Tidak mengenal waktu dan tempat, setiap aktivitas dan kegiatan yang dilakukan hamba tentu haruslah bernilai ibadah, lebih-lebih lagi seperti bulan ramadhan, merupakan bulannya umat muslim yang mempunyai kewajiban berpuasa. Allah Swt memberikan keutamaan-keutamaan yang sangat banyak dan bahkan berlipat ganda akan setiap kebaikan dibuat pada bulan ramadhan, keutamaan ini hendaknya membuat kita menjadikan pribadi yang semangat dan siap dalam melakukan kebaikan-kebaikan serta meggunakan waktu sebaik-baiknya dibulan mulia nan berkah ini.

Selain Syahrus Shiyam (bulan berpuasa), Ramadhan juga disebut sebagai Syahrul Quran (bulan Al Quran). Sebagaimna yang terdapat dalam Surah Al Baqarah:185 “Bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al-Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)” Masih banyak lagi nama ataupun julukan yang di sematkan untuk bulan mulia ini. Pertanyaannya mengapa ramadhan disebut sebagi bulan al quran? 

Sebagaimana kita ketahui bahwa para ulama terdahulu memiliki kebiasaan sangat akrab dengan Al Quran. Mereka rajin membaca dan mengkhatamkan Al Quran berkali-kali dan tentu tidak lupa mentadaburi isi kandungan dari bacaan-bacaan indah dalam Al Quran. Sebut saja Imam Hanafi, beliau pernah mengkhatamkan Al Quran sebanyak 61 kali dalam sebulan penuh bulan Ramadhan dalam beberapa kisah di ceritkan beliau mengkhatamkan sekali pada siang hari, sekali pada malam hari dan sekali pada ketika shalat tarawih. 

Hal yang sama juga dipraktek oleh Imam Syafi’i, beliau juga sangat dekat dengan Al Quran ketika masuk masuk ramadhan dan bahkan di kisahkan beliau ketika masuk bulan ramadhan, segala sesuatu yang tidak ada hubungannya dengan Al Quran beliau simpan dan tinggal untuk sementara, seperti mempelajari ilmu fiqih dan ilmu hadis atau lainnya beliau tinggalkan dulu dan memilih untuk memulikan bulan ramadhan dengan dekat pada Al Quran, hingga dalam riwayatnya beliau pada bulan ramadhan mengkhatamkan Al Quran sebanyak 60 kali, yaitu dengan hitungannya beliau mengkhatamkan sebanyak dua kali dalam sehari. Demikian juga masih banyak ulama-ulama lainnya yang dimana ketika masuknya bulan ramadhan menyibukkan dirinya dengan al Quran. 

Ramadhan disebut dengan bulan Al Quran karena Nabi Muhammad sendiri menjadikan bulan mulia ini sebagai bulan tadarus beliau bersama Mailakat Jibril. Sebagaimana Ibnu ‘Abbas Radhiallahu ‘anhu, berkata : 

“Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam adalah orang yang paling gemar memberi. Semangat beliau dalam memberi lebih membara lagi ketika bulan Ramadhan tatkala itu Jibril menemui beliau. Jibril menemui beliau setiap malamnya di bulan Ramadhan. Jibril mengajarkan Al-Qur’an kala itu. Dan Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah yang paling semangat dalam melakukan kebaikan bagai angin yang bertiup." (HR. Al-Bukhari No. 3554 dan Muslim no. 2307)

Dalam hadis tersebut menjelaskan bahwa keutamaan membaca dan mempelajari Al Quran sangatlah utama dan dianjurkan dalam bulan ramadhan karena, Nabi sendiri melakukan dan menghidupkan malam dan siang di bulan ramadhan dengan Al Quran, sehingga ulama-ulama yang masyurpun ikut antsuias dan semangat membaca atau dekat dengan Al Quran. 

Al Quran diimani dan diikuti oleh umatnya, yakni umat Islam, karena itu orang yang mengetahui dan memahami Al Quran, ia pasti akan mencintainya, baik gemar membacanya, mempelajari dan mentadaburi atau menghafal ayat-ayat demi ayat hingga khatam seluruhnya. Dan yang paling penting adalah mengamalkannya serta mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-sehari. Karena ia merupakan bacaan yang mulia, maka apabila seorang muslim yang membacanya pun akan mendapatkan pahala dari setiap huruf per huruf yang dilantunkannya. Sabda Rasulullah Saw: 

“Barangsiapa membaca satu huruf dari Kitabullah, baginya satu kebaikan. Satu kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh. Aku tidak mengatakan ‘alif laam miim’ itu satu huruf, akan tetapi, Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf.” (HR At-Tirmidzi).

Betapa sesuai dengan namanya Al Quran adalah bacaan. Bacaan yang sangat mulia, lebih-lebih kit abaca pada bulan ramadhan tentu setiap huruf yang kit baca adalah kebaikan yang dilipat gandakan dari pada bulan-bulan lainya. Maka mari kita tumbuhkan semangat dalam membaca Al Quran, lebih baik lagi tau terjemahannya atau bahkan tafsirnya karena padanya akan memperoleh pencerahan-pencerahan.  dan memerintahkan kepada setiap penghuni rumah tangga agar menghiasi rumahnya dengan alunan ayat-ayat Al Quran, sebab rumah yang di dalamnya tidak ada bacaan AL Quran akan banyak keburukan perilku, kegersangan jiwa dan kesempitan pandangan hidup. Keutamaan Bulan Ramadhan adalah hal yang harus dikejar oleh setiap umat muslim, keutamaan pada bula ramadhan sangat dinanti-nantikan oleh kaum muslimin. Oleh karena itu, hendaklah berbondong-bondong menyiapkan diri untuk menyambut kedatangannya. 

*Akhi Zul 

(Kader Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh


Said bin Amir Al Jumahi Sosok Pemimpin yang dirindukan.

Said bin Amir Al Jumahi Sosok Pemimpin yang dirindukan.

(doc: indah putri sanura)

Jabatan kini telah mengobsesi kehidupan banyak orang. Menurut pemahaman merekatidak lengkap rasanya kalau tidak pernah menjadi orang penting, dihormati dan dihargai  dalam kehidupan masyarakat, berbangsa dan bernegara.

Kini kepemimpinan dipandang sebagai sebuah "aset", karena ia baik langsung maupun tidak langsung berkonsekwensi kepada keuntungan, kelebihan, kemudahan, kesenangan, dan setumpuk keistimewaan lainnya. Maka tidaklah heran menjadi presiden, gubernur, bupati, walikota, anggota dewan dan sebagainya merupakan impian banyak orang.

Berbeda dengan seorang pemimpin yang bersahaja, bukan sembarang pejabat sejarah mencatat nya sebagai Gubernur teladan sepanjang zaman dari  tanah tandus arabia. Hingga ketakwaannya membuat Umar menangis, dialah Said bin Amir Al Jumahi

Kala itu, pada masa pemerintahan Umar bin Khathab, Said bin Amir diangkat menjadi Gubernur Kota Homs,salah satu kota di Syam.

Namun Said memohon agar Umar mencoret namanya. Umar marah, dan menawar menetapkan Gaji untuknya. Said menjawab, “Apa yang aku lakukan dengan gaji itu wahai Amirul Mukminin? Pemberian dari baitul maal  melebihi kebutuhanku.” Said pun berangkat ke Homsh menunaikan tugasnya

Sungguh Jawaban yang tidak di sangka keluar dari mulut Said bin Amir. Dia tidak mengiginkan Pengabdian nya kepada Masyarakat dinilai dengan materi. Apakah karna beliau orang kaya ?, tentu bukan, ia hanyalah insan yang sederhana dan mengabdikan hidupnya melayani warganya.

Ketika Amirul Mukminin Meminta orang kepercayaannya menuliskan nama-nama orang miskin di kota Horms untuk di berikan bantuan, nama Said Bin Amir terdapat di dalam daftar tersebut. Umar Terkaget. “Siapa Said Bin Amir ? “ tanya Umar. Mereka Menjawab “ Dia Gubernur kami“, lantas Umar menegaskan, “Gubernur kalian miskin?”.

Mereka menjawab, “Benar di rumahnya tidak pernah dinyalakan api dalam waktu yang cukup lama.” Maka Umar menangis hingga air matanya membasahi janggutnya, kemudia dia mengambil seribu dinar dan memasukkannya ke dalam sebuah kantong. Umar berkata, “Sampaikan salamku kepadanya dan katakan kepadanya bahwa Amirul Mukminin mengirimkan harta ini agar kamu bisa menggunakannya untuk memenuhi kebutuhanmu.

Delegasi mendatangi rumah Said dengan menyerahkan titipan Umar bin Khatthab. Said melihatnya lalu menyingkirkannya seraya berkata, “Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un.” Seolah-olah Said sedang ditimpa musibah besar atau perkara berat.

“Dunia datang kepadaku untuk merusak akhiratku, sebuat fitnah telah menerpa rumahku.” Ucapnya. Maka Said mengambil dinar itu dan membaginya kepada kaum muslimin yang miskin.

Said bin Amir Al jumahi hidup bagaikan contoh pemimpin yang membeli akhirat dengan dunia, dan mementingkan keridhaan Allah dan PahalaNya atas segala keinginan hawa nafsunya. Dia tidak menggunakan jabatannya sebagai wadah untuk menampung  kemewahan. Dapatkah kita temukan di zaman sekarang sosok pemimpin seperti Said bin Amir ?

Kepemimpinan adalah amanah Allah swt, bukan sesuatu yang diminta apalagi diperebutkan. Sebab kepemimpinan melahirkan kekuasaan dan wewenang yang gunanya semata-mata untuk memudahkan dalam menjalankan tanggung jawab melayani rakyat.

Bukan sebaliknya, digunakan sebagai peluang untuk memperkaya diri  dan sewenang-wenang. Balasan dan upah seorang pemimpin sesungguhnya hanya dari Allah swt di akhirat kelak, bukan kekayaan dan kemewahan di dunia.

Al-Quran dan Hadits dan menyimpulkan minimal ada empat kriteria yang harus dimiliki oleh seseorang sebagai pemimpin. Terkumpul di dalam empat sifat yang dimiliki oleh para nabi/rasul sebagai pemimpin umatnya, yaitu: (1). Shidiq, yaitu kebenaran dan kesungguhan dalam bersikap, berucap dan bertindak di dalam melaksanakan tugasnya. Lawannya adalah bohong. (2). Amanah, yaitu kepercayaan yang menjadikan dia memelihara dan menjaga sebaik-baiknya apa yang diamanahkan kepadanya, Lawannya adalah khianat. (3) Fathanah, yaitu kecerdasan, cakap, dan handal yang melahirkan kemampuan menghadapi dan menanggulangi persoalan yang muncul. Lawannya adalah bodoh. (4). Tabligh, yaitu penyampaian secara jujur dan bertanggung jawab atas segala tindakan yang diambilnya (akuntabilitas dan transparansi). Lawannya adalah menutup-nutupi (kekurangan) dan melindungi (kesalahan).

Di akhir tahun 2022 ini banyak pejabat khususnya di daerah di provinsi aceh sudah habis masa pengabdianya, dan kita semua bisa menilai bagaimana kinerja yang sudah mereka lakukan selama menjalanlan tugas memimpin negeri ini. Kita doakan semoga apa yang di lakukan menjadi amal ibadah dan di ampunkan segala kesilapannya. Untuk kedepan siapapun yang menggantikan bisa mencontohkan keteladan dari seorang said bin amir al jumahi yang menjadi sosok pemimpin yang sangat di rindukan apalagi di masa sekarang ini.

Sumber : Kisah Teladan Para Sahabat Nabi karya Ustadz Zainuddin Yusuf

Penulis : Indah Putri Sanura (Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh 2016)


Share

Unggulan

Kesempatan Emas Untuk Pemuda Yang Ingin Belajar Jadi Imam dan Penceramah. Yuk Daftar!

Banda Aceh - Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh mengadakan pelatihan Imam dan Penceramah menjelang bulan Ramadhan, ini m...