THE POWER OF SILATURAHIM DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT.

THE POWER OF SILATURAHIM DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT.


Tgk. Adam Juliandika, S.H


Kita semua paham akan makna sebuah kata "silaturahmim" dalam masyarakat indonesia begitu kental akan ciri khas ini dalam ranah silaturrahim antar masyarakat. 

Kata silaturahmi atau kadang-kadang disebut juga silaturahim yang dipakai di Indonesia, berakar dari bahasa Arab, yaitu shilah. Artinya hubungan atau relasi, dan rahim berarti kerabat atau kasih-sayang.
Jadi,kata silaturahmi atau silaturahi.m bisa dimaknai sebagai hubungan kekerabatan atas dasar kasih-sayang.


Manfaat silaturahmi lainnya ialah membantu menjaga dan meningkatkan daya ingat sehingga mencegah demensia. Journal of Biomedical Science yaitu Impact of Social Relationship on Alzheimer’s Memory Impairment: Mechanistic Studies menyatakan bahwa poly manfaat positif pengenalan bagi kesehatan otak manusia.

Hal ini karena, seseorang yang acapkali bersilaturahmi serta aktif secara sosial, mempunyai daya jangan lupa dan kemampuan kognitif lebih baik. dengan bersosialisasi, seseorang pastinya akan berlatih buat mengingat paras, mengingat nama, mengingat berbagai memori yang tersimpan di otak. kebiasaan ini akan membantu meniminalkan risiko terkena demensia pada jangka panjang.

Seseorang yang senantiasa menjaga tali silaturahmi maka Allah akan melapangkan rezeki dan memperpanjang umurnya. Hal ini sebagaimana yang tercantum dalam sebuah hadis berikut, Rasulullah SAW bersabda:
"Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, maka sambunglah tali silaturahmi," (HR. Bukhari – Muslim).
Menjaga dan memperkuat silaturahmi sangat penting dilakukan oleh setiap muslim. Hal ini bukan hanya bermanfaat di dunia saja, akan tetapi untuk kebaikan di akhirat kelak nantinya. 

Penulis menyadari betul bahwa power of silaturahmim ini begitu berdampak di masyarakat dan akan selalu menjadi warisan budaya khas nya orang indonesia. 

-

Wallahu a'lam bish shawab Wailaihil marji'u marji'u wal maab. 

. . . 

Tgk. Adam Juliandika, S.H / Penulis adalah Founder Komunitas Sahabat Muda Aceh & Mantan Ketua Bidang Departemen Hubungan Masyarakat (Humas) di Remaja Masjid Raya Baiturahman Aceh.
Teguran Tuhan di Awal Ramadhan 1443 H

Teguran Tuhan di Awal Ramadhan 1443 H

(foto : Adly Ibrahim Al Fansury)
(Foto : Adly Ibrahim Al Fansury)

Banda Aceh,4 April 2022, Musibah yang menimpa Suzuya Mall baru baru ini banyak di bicarakan oleh masyarakat yang tinggal di Banda Aceh khususnya dan masyarakat luas pada umumnya,Musibah kebakaran gedung suzuya ini terjadi tepat pada puasa ke dua pada tahun 1443H ,ini adalah teguran besar kepada kita semua selama ini diri kita sudah melampaui batas batas kewajaran yg telah Allah gariskan,banyak tingkah kita yang kita lupa menyadarinya bahwa itu akan mendatangkan murka Allah Kepada kita,banyak juga di tengah tengah kita yang bersikap sombong,padahal Allah telah mempertegaskan kita untuk hidup di muka bumi ini dengan tidak sombong,tidak angkuh antar sesama,tidak merasa diri paling bisa dan mampu dari yang lainnya,kurang bersyukur bahkan tidak pernah dan pelajaran penting lainnya yang bisa kita petik adalah Allah sedang menunjukkan kekuasaanya,betapa harta dan kekayaan yang sedang kita bangga banggakan tidak ada nilai apa apa di pandangan Allah,Allah mampu membinasakan dalam waktu sekejab atas kuasanya,betapa ringan sekali bagi Allah perkara perkara demikian jika Allah ingin berkehendak ,Allah hanya sayang kepada kita agar kita kembali mendekat kepada nya,kembali mengingatnya,jika bukan iman dan ketaqwaan yang kita punya dan kita jaga untuk bekal persiapan kembali kepada Allah,Apa lagi ??

Selagi ada kesempatan ,yuk kita perbaiki ibadah kita yang cacat, sifat iri dengki, ujub, kikir,sombong yang sudah beranak pinak di hati kita,mari kita singkirkan semua itu agar kita betul betul menjadi hamba yang beriman dan bertaqwa kepada Allah,apalagi kita berada di 10 Ramadhan Pertama,dimana kita berada di pintu Rahmat,Allah membukakan pintu Rahmat selebar lebernya untuk hambanya siapa saja yang ingin meraih pengampunan Allah maka akan Allah ampunkan dosa dosanya,Allah akan terima segala Taubat Hambanya,Allah curahkan kasih sayang dan rahmat nya di 10 awal ramadhan yg sedang kita jalani ini,ayuk kita jemput kebaikan kebaikan yang telah Allah sajikan untuk kita di bulan ini,krna tiap tiap kebaikan akan ada balasan nya,sesuai dengan firman Allah dalam al qur’an  pada QS. Al-zalzalah ayat 7 dan 8 disebutkan "fa may ya'mal misqala zarratin khairay yarah. wa may ya'mal misqala zarratin syarray yarah". Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasan nya, dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasan nya.

Mudah mudahan kita pemuda masjid khususnya menjadi bagian dari orang orang yang mengejar sekecil apapun kebaikan itu dan berlomba lomba untuk memperoleh kebaikan di bulan yang penuh barokah ini ,Fastabiqul Khairat.

semoga dengan hadirnya musibah ini tersentuh hati kita untuk melakukan perbaikan ke arah jauh lebih baik dan bagaimana mungkin musibah ini Allah datangkan di bulan penuh rahmat ini jika bukan karna ingin mengetuk hati kita untuk kembali mengingatnya,dan pastinya  Musibah ini Allah datangkan untuk memberikan petunjuk kepada kita hambanya,sesuai dengan firman Allah SWT di dalam  Al Qur’an pada surat At Taghabun ayat 11 Allah jelas menerangkan yang bunyinya :

مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ ۗ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Artinya: "Tidak ada suatu musibah pun yang menimpa seseorang kecuali dengan ijin Allah; dan barangsiapa yang beriman kepada Allah niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Bukankah Allah memberikan ujian hidup kepada kita sesuai tingkat dan kapasisatas keimanan kita sendiri? Ada tiga golongan manusia  yang Allah berikan ujian hidup atasnya,antara lain :

Golongan yang pertama adalah mareka para nabi dan rasul,Allah ingin mengangkat derajatnya dengan cara Allah berikan ujian di sepanjang hidupnya,karna para nabi dan rasul akan tetap sabar dan tabah atas apapun ujian yang menimpanya

Golongan yang kedua adalah mareka ummat muslim ,Allah berikan ujian kepada mareka supaya mareka kembali menguatkan imannya

Dan golongan yang ketiga adalah mareka ahli maksiat atau orang orang kafir ,kenapa Allah memberikan ujian kepada mareka orang orang kafir,karna itu adalah azab buat mareka,bukan berupa nikmat.

Ikhwan Fillah 

Sahabat sahabat penulis semuanya,pemuda yang cinta masjid,pemuda yang meneruskan jalan dakwahnya Rasulullah,semoga kita termasuk kepada pemuda pemuda yang di rindukan syurga dan mendapatkan syafaatnya Rasulullah di yaumil kelak nanti

Aamiinn ya Rabbal ‘Alaminn

Penulis : Adly Fansuri (kader remaja masjid raya baiturrahman) 

BENCANA DALAM PRESPEKTIF AL QUR'AN

BENCANA DALAM PRESPEKTIF AL QUR'AN


Bencana dalam prespektif Al Qur'an

(Oleh : Firdaus Fadhli*)

Sudah jatuh, tertimpa tangga, ungkapan ini adalah pernyataan kiasan yang sarat dengan makna filosofi.Dalam konteks kebencanaan yang dihadapi oleh ummat Islam di Indonesia selayaknya kita harus melakukan muhasabah, ada apa dibalik musibah yang terus melanda Bangsa Indonesia.

Berbagai musibah besar terus melanda Bangsa Indonesia baik dalam bentuk krisis ekonomi, banjir bandang, lonsor, kemiskinan, kegaduhan politik dan musibah kriminal. Yang saban hari kita lihat di televisi serta kita baca dimedia massa dan media mainstream. Berbagai wujud bencana yang kita lihat termasuk bencana aqidah (ajaran sesat), akhlak (moral), dan pemerintah tentunya.

Ada 2 faktor yang menyebabkan mengapa Allah terus menerus menimpakan bala bencana kepada kita, seperti yang saya kutip dari tausiyah Habib Novel Al-Atos, Pertama: karena banyaknya kita punya dosa akan tetapi tidak kunjung memohon ampunan, bertaubat kepada Allah. Seperti dalam firmanNya.

وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syura: 30).

Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Wahai sekalian manusia, ketahuilah bahwa musibah yang menimpa kalian tidak lain adalah disebabkan karena dosa yang kalian dahulu perbuat. Dan Allah memaafkan kesalahan-kesalahan kalian tersebut. Dia bukan hanya tidak menyiksa kalian, namun Allah langsung memaafkan dosa yang kalian perbua

Kita sering sekali mengabaikan dosa-dosa yang telah kita perbuat sehingga tidak jarang kita menggangap dosa tersebut  merupakan hal sepele Karena dosa yang kecil. Dari sisi ini munculah pemikiran bahwa kita ini suci. Ketika kita merasakan hal tersebut munculah gagasan untuk tidak bertaubat Karena kita telah menganggap diri kita ini tanpa dosa sehingga sulit untuk bertaubat padahal sebenaranya perbuatan kita tersebut dilarang oleh Allah.

Kedua; bencana alam yang terjadi secara kontinyu ini disebabkan Karena banyak dari  kita telah melupakan para ulama, tidak menghadiri majelis ilmu yang mereka selenggarakan, maupun mengabaikan pendapat dari para ulama yang mana pendapat tersebut merupakan pendapat yang baik untuk kita. Dewasa ini. Orang orang hanya mendatangi ulama hanya untuk kepentingan pribadi kemudian Naudzubillah min dzalik, membenci para ulama .Inilah yang mengundang murka Allah SWT.Allah akan menurunkan 3 bala bencana kepada mereka:

Pertama, Allah akan memberikan mereka pemimpin yang dzhalim. Yaitu pemimpin yang tidak bias dijadikan panutan apalagi memberi rasa aman yang ada hanya kontroversi, hanya merusak bangsa. Kedua, Allah akan mencabut keberkahan hidup para manusia. Baik dari segi, umur, ilmu, rezeki.Ketiga; Allah akan mencabut nyawa dalam keadaan suul khatimah.

Maka dari itu kita sebagai manusia tentunya mulai saat ini cepat atau lambat  berhijrah menjadi yang lebih baik, menjadi orang-orang yang dicintai oleh Allah SWT dan Rasulullah SAW dan ingat bencana apapun itu tidak akan sirna sehingga kita selalu bertaubat ditambah dengan menyesali perbuatan yang pernah kita lakukan sekaligus menjadi pendengar dan mengikuti ulama sebagai panutan kita agar tidak tersesat dan dapat terhindar dari  azab Allah yang sangat pedih. Wallahu`alam bi shawab

 *Penulis adalah Kader Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Apakah Maulid Itu Bid'ah???

Apakah Maulid Itu Bid'ah???

Apakah Maulid Nabi itu Bid’ah??

 “(1) Alif Lám Mìm. (2) Bangsa Romawi telah dikalahkan. (3). di negeri yang terdekat dan mereka setelah kekalahannya itu akan menang. (4) dalam beberapa tahun (lagi). Bagi Allah-lah urusan sebelum dan setelah (mereka menang). Dan pada hari (kemenangan bangsa Romawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman. (5) karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa saja yang Dia kehendaki. Dia Mahaperkasa. Maha Penyanyang.” (QS. Ar-Rūm: 1-5)
Ayat-ayat tersebut diturunkan ketika raja Persia yang bernama Sabur mendapat kemenangan atas negeri syam atau yang lebih di kenal yaitu Syria dan beberapa negeri Jazirah lainnya yang berada di bawah kekuasaan kerajaan Romawi. Bangsa Romawi (pada saat ayat ini di turunkan) ialah suatu bangsa yang beragama Nasrani dan memiliki Kitab Suci, sedangkan Bangsa Persia beragama Majusi, menyembah api dan berhala (musyrik). Kedua bangsa ini berperang dan ketika tersiar berita kekalahan bangsa Romawi oleh bangsa Persia, kaum musyrik Mekkah menyambutnya dengan penuh gembira karena berpihak kepada kaum musyrikin Persia. Sedang kaum muslimin berduka cita, lalu turunlah ayat ini dan ayat berikutnya menerangkan bahwa bangsa Romawi setelah kekalahan itu akan menang dalam masa beberapa tahun saja. Hal itu benar-benar terjadi. Beberapa tahun setelahnya, menanglah bangsa Romawi dan kalahlah bangsa Persia. Pada hari kemenangan itu orang yang beriman bergembira dengan pertolongan Allah Subhanahu wa ta’ala kepada bangsa Romawi.
Kenapa orang berimanan bergembira?
Orang yang beriman bergembira atas kemenangan bangsa Romawi termasuk Rasulullah Shallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum mukminin, walaupun mereka tidak berperang. Karena bangsa Romawi (pada saat ayat ini di turunkan) memiliki agama yang hampir sama dengan agama tauhid di bandingkan dengan bangsa Persia yang menyembah api. Dalam hal ini Rasulullah SAW dan kaum mukminin berbagi kebahagian kepada orang lain, namun pada zaman kita sekarang ini jika ada suatu golongan yang bergembira, kita dengan mudah sakit hati, iri dengki, dan kita tidak menyukainya. Ada juga ketika bergembira terhadap perkara-perkara yang baik seperti maulid nabi itu langsung dikatakan bid’ah tidak ada di masa Rasulullah SAW, walaupun belum mengetahui dalil tentang suatu perkara tersebut. Bagaimana dengan kaum muslimin yang bergembira terhadap kaum Romawi yang bukan beragama islam (kaum Kristen) yang mendapatkan pertolongan Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas kemenangan daripada bangsa Persia. Sedangkan kita mendapat hidayah karena Rasulullah SAW, kita merasakan nikmatnya islam karena perjuangan Rasulullah SAW.
Apakah tidak boleh bergembira di hari kelahiran Rasulullah SAW?
Rasulullah SAW dan kaum mukminin bergembira ketika bangsa Romawi (kaum Kristen) yang menang terhadap peperangan melawan bangsa Persia. Kita bergembira pada hari kelahiran Rasulullah SAW itu masih dikatakan bid’ah. Dimana diletakkan sudut pemikiran yang rusak seperti itu, tidak bisa meletakkan sesuatu pada tempatnya. Kegembiraan bukan persoalan zat/wujudnya tapi sebab dan cara apa yang kita gunakan untuk bergembira. Kalau misalkan orangtua bergembira terhadap anaknya yang mendapatkan prestasi di sekolah kemudian membuat sebuah acara syukuran dengan cara yang tidak baik atau dengan perkara-perkara yang di haramkan oleh Allah SWT. Ini merupakan kegembiraan bukan pada tempatnya, walaupun sebabnya di bolehkan dalam syara’ namun caranya yang tidak baik. Bergembiralah dengan cara-cara yang baik yang sesuai dengan syara’. Dalam hal bergembira di hari lahirnya Rasulullah SAW atau Maulid Nabi dengan mengingat sirah, akhlak dan budi pekerja Rasulullah SAW tidak seorang pun yang mengatakan tidak baik, kemudian cara mengungkapkan kegembiraannya dengan cara beri’tikaf di masjid, bershalawat kepada Rasulullah SAW, berzikir, bersadaqah, mendengarkan ceramah dan sebagainya, cara seperti ini dari segala aspek kita dapatkan kebaikannya baik itu pahala beri’tikaf, bershalawat, berzikir, sadaqah, ilmu dan silaturrahim. Semoga kita termasuk orang-orang yang bergembira pada hari kelahiran Rasulullah SAW dan kelak kita mendapatkan syafaatnya.  Wallahu `alam bishawab

Ambia Al-Yusuf : Ketua II RMRB ACEH
Redam Marah Mu dengan Berwudhu'

Redam Marah Mu dengan Berwudhu'


Ketika sedang marah maka wudhu' lah

Berwudhu sering dilakukan oleh seorang muslim saat sebelum melakukan shalat, baik itu shalat wajib maupun shalat sunnat. Berwudhu merupakan cara mensucikan diri dari hadas yang kecil. Seorang Muslim yang ingin melakukan ibadah shalat maka harus diwajibkan berwudhu terlebih dahulu yang merupakan salah satu syarat dari shahnya shalat yaitu suci badan dari hadas. Namun berwudhu dapat dilakukan kapan saja tidak hanya saat menjelang shalat. Berwudhu dapat dilakukan sebelum tidur, ketika hendak melakukan perjalanan, ketika kita dalam keadaan marah dan juga ada seseorang yang selalu menjaga diri nya dari wudhu', ketika batal langsung berwudhu.

Seseorang yang ketika sedang marah maka dianjurkan oleh Nabi untuk segera berwudhu, karena marah itu dari setan dan setan itu terbuat dari api, maka yang bisa memadamkan api adalah Air. Selain itu wudhu dapat menghilangkan hati kita yang dilanda lelah maupun cemas. Karena kesegaran air wudhu mampu menenangkan pikiran kita. Orang yang selalu menjaga wudhu maka wajahnya akan nampak lebih awet muda. 

Ralil Afri
Ketua 1 Periode 2019-2021
Remaja Mesjid Raya Baiturrahman Banda Aceh

Share

Unggulan

Kesempatan Emas Untuk Pemuda Yang Ingin Belajar Jadi Imam dan Penceramah. Yuk Daftar!

Banda Aceh - Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh mengadakan pelatihan Imam dan Penceramah menjelang bulan Ramadhan, ini m...