![]() |
| (Foto : K.H Raden Ahmad Afandi. M.PSI) |
Setiap orang memungkinkan untuk berdakwah, karena memang Dakwah adalah tugas setiap Muslim. Namun Dakwah Infirodhi akan mudah dipatahkan oleh keadaan. Karena itu berjama’ah merupakan sebuah keniscayaan dalam dakwah untuk menggapai tujuan yang mulia.
Sayidinaa Ali bin Abi Thalib Karomallahu Wajhah mengatakan ‘ Rusakmu dalam jama’ah jauh lebih baik dari benarmu sendirian.’ Hal ini menandakan bahwa berjama’ah adalah berkah yang Allah turunkan.
Berjama’ah bukan berarti tidak ada masalah, bahkan mungkin lebih banyak daripada sendirian, namun masalah dalam jama’ah merupakan sarana pembelajaran bagi setiap Da’i untuk semakin dewasa menghadapi kehidupan sosial, melalui masalah-lah kita semua menjadi memahami makna kesabaran, toleransi dalam perbedaan ( Salamatushshodr ), ikhlas, Ta’awun, saling menasihati serta kemampuan bersatu dalam perbedaan.
Berjama’ah membuat kita memiliki imunitas dari virus Ashobiyah, Tafaruq, hingga Takfiri, yang lahir dari sikap egosentri, i’jab binnafsi serta takabur. Dalam berjama’ah kita menjadi manusia yang tawadhu’ dan memahami bahwa kelebihan kita belum sebanding dengan kelebihan kawan lainnya, dan kekurangan kita nampak terlihat. Dan di sinilah kita sama sama belajar arti sebuah ‘ILMU’ yang tak lekang oleh waktu untuk digali senantiasa oleh setiap Da’i.
Semoga, Allah satukan hati kita semata-mata karena Allah dan Rosul-Nya, dan terus istiqomah dalam mensyi’arkan Dienullah secara bersama.
Barokallah
Salam Damai
Penulis : Raden Ahmad Afandi
Banjarnegara, 14 Juni 2022
