KEGIATAN KHATAMAN AL-QUR'AN DAN TAUSIYAH BERSAMA UST. MURSALIN BASYAH, LC, MA

(Foto : Doc RMRB dan Dr. H. Mursalin Basyah)

Salah satu kegiatan bulanan Departemen  Dakwah dan Pendidikan Al-Qur'an Remaja Masjid Raya Baiturrahman adalah Khataman Al-Qur'an dan Tausiyah, dimana masing-masing peserta membacakan satu Juz untuk tercapainya sekali khatam yang kemudiannya dilanjutkan dengan Tausiyah yang disampaikan oleh Pemateri yang diadakan di Aula Masjid Raya Baiturrahman

(gambar 1 : Suasan Khataman Quran)

Kegiatan bermula dari Pembukaan MC yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Ummul Al-Qur'an yaitu Al-Fatihah dan dihadiahkan kepada Rasulullah, Sahabat, Tabi'in, Tabi'ut Tabi'in serta seluruh muslimin dan muslimat yang kemudian dilakukan pembacaan Al-Qur'an masing-masing orang 1 juz sesuai yang telah dibagikan. Setelah selesainya pembacaan Al-Qur'an dilanjutkan dengan Do'a khatam Al-Qur'an. 

Kemudian istirahat sejenak sekitar 10 menit sambil menunggu pemateri tiba untuk menyampaikan Tausiyah, setelah sampainya pemateri dilanjutkan kembali oleh MC untuk diberikan kata sambutan oleh Ketua Umum RMRB, ketua Panitia dan Ketua Departemen, karena keterbatasan waktu akhirnya hanya diberikan kata sambutan oleh ketua Umum RMRB. 

(gambar 2 : pembukaan dan tausiah singkat)

Sampailah saatnya pada puncak kegiatan selain khataman Al-Qur'an yaitu Tausiyah Singkat yang pada kesempatan kali ini diisi oleh Almukarram Dr Tgk H Mursalin Basyah Lc Ma yang membahas tentang Beratnya Perjuangan Dakwah yang harus ditempuh. 

Diawali dengan pemberian contoh dimasa lalu tentang Beratnya Perjuangan para Nabi dan Rasul dalam berdakwah diantaranya Nabi Adam yang baru berdakwah sudah Adanya pertumpahan darah yang terjadi pada Anaknya, kemudian Nabi Nuh yang berdakwah selama 950 tahun yang namun hanya diikuti oleh 80 orang, kemudian Nabi Ibrahim terkait perintah Ibadah Haji, Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala :

 وَاَذِّنۡ فِى النَّاسِ بِالۡحَجِّ

 (wahai Ibrahim) Serulah Manusia untuk Menunaikan ibadah Haji, dan yang ada disitu hanya 3 orang yaitu Nabi Ibrahim, Istrinya dan Nabi Ismail karena susahnya pemanggilan pada masa itu dimana meskipun tidak ada orang yang datang akan tetapi tetap dilakukan perintah Allah berupa pemanggilan haji dimana buah perjuangannya yaitu dirasakan saat ini bagaimana banyaknya yang melakukan ibadah Haji yang bahkan jutaan orang. Maka selama berdakwah karena Allah maka Allah akan mudahkan, sehingga kalau ada tantangan harus dihadapi agar istiqamah

Contoh lainnya yaitu Nabi Muhammad berdakwah 13 Tahun di Mekkah namun hanya diikuti 300-an orang yang kemudian baru banyak setelah hijrah ke madinah, yang Namun justru pada saat ramai pada perang Hunai yang jumlahnya umat islam sekitar 12.000 orang mengalami kekalahan pada saat menghadapi Romawi meskipun umat islam mendominasi beda halnya pada Perang badar misalnya meskipun kafir Quraish Mendominasi yang namun Perang Badai tetap mengalami kemenangan, dimana kekalahan pada Perang hunai diakibatkan karena terlalu heboh, sombong , terlalu menganggap diri kuat yang Namun ketika bertemu dengan pasukan lawan kocar kacir. 

Begitulah beberapa contoh bahwa perjuangan dakwah itu tidak mudah maka oleh karena itu Hargailah setiap perjuangan dakwah yang dilakukan orang lain meskipun yang mengikuti hanya sedikit maka yang harus ditingkatkan

Jangan mudah pesimis, putus asa dalam berdakwah karena Allah tidak melihat dari banyaknya yang ikut tapi bagaimana kegigihan, ketekunan, kesabaran dan keikhlasan. 

Semua pergerakan dakwah itu tidak ada yang baru mulai langsung ramai yang dibangun karenanya perlu ditingkatkan ketekunannya, dimana ketika dilihat dari organisasi besar umpamanya NU dan Muhammadiyah itu pada awalnya menghadapi tantangan yang sangat besar sehingga bisa berjaya seperti saat ini, adapun yang sekarang paling tantangannya bagaimana untuk membuat acara dakwah serta bagaimana mengajak orang ikut serta dalam acara dakwah yang diadakan tersebut


Orang ikhlas kunci terbangunnya dakwah di suatu lembaga atau komunitas dengan ketekunannya dan kesabaran, keikhlasannya dalam berdakwah dan Keikhlasan adalah makam tertinggi dalam beribadah kepada Allah sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala :

 وَمَآ أُمِرُوٓا۟ إِلَّا لِيَعْبُدُوا۟ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ

[Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama]

Karenanya perlu totalitas dalam berdakwah dan menjaga konsistensi, itulah murni keikhlasan karenanya Saling senantiasa menasehati karena bahwasanya dakwah itu berat, dakwah ini butuh kegigihan, butuh ketulusan, butuh semangat yang tinggi dan tidak boleh pesimis. Justru harus lebih semangat pada komunitas yang masih kecil karena pahalanya besar disitu karena beratnya Perjuangan dakwah yang dibangun dan perlu kerja keras yang lebih disitu, ketika yang diikuti sudah ramai maka pahala akan banyak

Manusia itu sifatnya pelit, selalu menganggap diri baik, paling beres, paling keren, selalu membela diri. Untuk menghindari itu maka fokus saja pada Allah, ketika manusia mengecewakan namun Allah selalu tidak mengecewakan umpamanya berbuat kebaikan meskipun sedikit tetap akan dibalas dibalas sebagaimana Firman Allah Subhanahu Wa Ta'ala :

 فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ 

[ Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya]

Inti dari dakwah itu butuh kegigihan, semangat tinggi dan tidak pesimis serta menghidupkan budaya saling mengajak sebagaimana Sabda Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wassallam : 

من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه

[Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (H.R. Muslim no. 1893).]

(Gambar 3 : Penyerahan sertifikat pemateri oleh ketum rmrb)

Kelebihan pemimpin jika bagus kemimpinannya maka kebaikan dari iniasi pemimpin dari kegiatan maka dia juga akan mendapatkan keseluruhan pahala dari yang dipimpin dengan banyak yang diamalkan, itu pahala dari mengajak orang lain kepada kebaikan, dimana meskipun sedikit kebaikan yang dibuat namun ketika diperintahkan kepada bawahannya itu dan dilakukan maka pahalanya dapat sebanyak orang yang melakukan itu . Karenanya jangan bosan-bosan untuk share kebaikan. 

Itulah diantara inti dari penjelasan pemateri Dr Tgk H Mursalin Basyah Lc Ma, dan selanjutnya ditutup dengan pembacaan Do'a serta mengakhiri rangkaian Acara Khataman Al-Qur'an dan Tausiyah Singkat Remaja Masjid Raya Baiturrahman.

(gambar 4 : foto bersama selepas kegiatan)

(Liputan : Firdaus Muhammad)
©mediarmrb


Share

Unggulan

Kesempatan Emas Untuk Pemuda Yang Ingin Belajar Jadi Imam dan Penceramah. Yuk Daftar!

Banda Aceh - Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh mengadakan pelatihan Imam dan Penceramah menjelang bulan Ramadhan, ini m...