Kementerian Agama Republik Indonesia mengumumkan 1 Ramadan 1443 Hijriah jatuh pada Ahad, 3 April 2022. Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh, Teungku Faisal Ali, sepakat dengan keputusan itu karena hilal tidak terlihat di Aceh.
"Sudah padu, secara ilmiah tidak tampak hilal dan dibuktikan secara rukyat pun tidak tampak. Maka disempurnakan bulan Syakban menjadi 30 hari sehingga jatuh puasanya nanti pada hari Ahad," kata Teungku Faisal, Jumat (1/4) malam.
Teungku Faisal tidak mempermasalahkan bila ada sebagian warga Aceh memulai puasa Ramadan pada Sabtu besok. "Silakan [puasa Sabtu], yang penting jangan memicu masalah. Tetap jaga ukhuwah, kebersamaan," ujarnya.
Menurut Teungku Faisal, perbedaan awal Ramadan bukan sesuatu yang baru di Indonesia. "Tinggal menghargai saja perbedaan-perbedaan agar kita menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk, damai, dan aman," tuturnya.
Sebagaimana diketahui, Pemerintah Indonesia menetapkan awal Ramadan pada Ahad, 3 April 2022. Secara hisab, menurut Kementerian Agama, posisi hilal di seluruh Indonesia sudah di atas ufuk, tepatnya ketinggian hilal pada posisi 1 derajat 6,78 menit sampai 2 derajat 10 menit.
Namun, berdasarkan laporan rukyat, tidak ada seorang pun yang bersaksi telah melihat hilal. Tim Kementerian Agama melakukan rukyatulhilal di 101 titik yang tersebar di 34 provinsi di seluruh Indonesia. (mediarmrb)
sumber: acehkini
.jpeg)