Olahraga Futsal Rutin Mingguan Remaja Masjid Raya Baiturrahman

(kegiatan rutinitas futsal mingguan Remaja masjid raya baiturrahman)
 

Banda Aceh - Ada tiga hal yang di bangun di remaja masjid raya baiturrahman sehingga menjadi remaja yang mempunyai karakter yang hebat yakni kuat, semangat dan adaptif

kuat dalam artian seperti sabda Rasulullah SAW "Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada Mukmin yang lemah; dan pada keduanya ada kebaikan,” (HR. Muslim). Artinya kecintaan Allah kepada makhluknya berbeda-beda, seperti kecintaan-Nya kepada mukmin yang kuat lebih besar daripada kecintaan-Nya kepada mukmin yang lemah. Karena orang yang kuat akan mampu berbuat lebih baik untuk dirinya sendiri maupun orang lain. 


Jadi kita harus membuat pengurus remaja masjid raya baiturrahman menjadi orang yang kuat: kuat dari jiwanya maupun raganya; kuat sisi batin maupun lahir; kuat dari rohani dan jasmani; kuat dari fisik maupun psikis; kuat dari iman maupun imunnya; kuat di fikir dan dzikirnya; kekuatan ilmu dan juga amalnya; kekuatan hati maupun hartanya, apalagi di kondisi pendemi seperti ini, ucap zikri selaku ketua departemen olahraga dan seni budaya.


yang kedua jiwa semangat, Bersemangatlah atas hal-hal yang bermanfaat bagimu. Minta tolonglah pada Allah, jangan engkau lemah,” (HR. Muslim). “Artinya kekuatan tidak ada gunanya jika seorang mukmin tidak memiliki semangat. Karena semangatlah yang membuat orang lemah menjadi kuat. Orang sakit menjadi lebih cepat sembuh. Semangatlah membuat orang terpuruk menjadi bangkit,” imbuhnya.


Fenomena seperti ini sudah terlihat jelas di kehidupan sehari-hari. Banyak orang yang terlahir dari keluarga biasa tapi ia lebih berprestasi daripada ia yang terlahir dari keluarga kaya. Golongan kurang mampu lebih berhasil daripada orang yang dari keluarga berkecukupan. Tentu, semua itu terjadi karena semangat di dalam dirinya.


yang terakhir jiwa adabtif, Jika engkau tertimpa suatu musibah, maka janganlah engkau katakan: ‘Seandainya aku lakukan demikian dan demikian.’ Akan tetapi hendaklah engkau katakan: ‘ini sudah jadi takdir Allah. Setiap apa yang telah Dia kehendaki pasti terjadi,’ karena perkataan seandainya dapat membuka pintu setan,” (HR Muslim).


Hadist tersebut membuat seorang mukmin tidak memikirkan masa lalu. Namun, mereka fokus ke masa kini maupun masa yang akan datang. Orang mukmin percaya bahwa masa lalu menjadi takdir Allah yang tidak dapat diganti maupun diulang. Maka sikap adaptif itu membuat seorang mukmin lebih mudah untuk bergerak, melakukan perencanaan, dan melakukan langkah-langkah ke depan. "insyaAllah dengan adanya ketiga hal ini maka remaja masjid raya baiturrahman menjadi generasi yang hebat di masa yang akan datang. sambung Ambia.

Share

Unggulan

Kesempatan Emas Untuk Pemuda Yang Ingin Belajar Jadi Imam dan Penceramah. Yuk Daftar!

Banda Aceh - Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh mengadakan pelatihan Imam dan Penceramah menjelang bulan Ramadhan, ini m...