Payung MRB dalam perbaikan
Perbaikan payung Masjid Raya Baiturrahman Setelah di terjang angin barat beberapa minggu yang lalu sedang berlangsung. Faktor kerusakannya di bahagian jahitan yang menjadi sobekan besar. Kerusakan yang terjadi adalah pada payung nomor delapan dan nomor Sembilan yang berada di sebelah selatan masjid. Kejadian ini diakibatkan kekuatan angin barat yang melebihi kadar kekutan yang ada pada payung.
Junaidi Nasir, seorang yang bertugas sebagai pelaksana lapangan dari PT Mega Cipta Sentra Persada Jakarta, yang bergerak dalam bahagian payung elektrik dan di bawah naungan PT. Waskita. Ianya mengatan, Faktor kerusakannya di jahitan. Kekuatan angin saat itu 30 knot, sedangkan toleransinya 16 knot, dan maksimal kekuatan yang ada pada payung adalah 25 knot (satuan kekuatan angin).
Faktor kerusakan ini murni bencana alam karena kondisi alam susah di prediksi. Akan tetapi diluar dari itu kita tetap melakukan pengecekan keseluruhan. Pemeliharaan ini berlangsung selama tiga tahun lamanya dan pada akhir bulan delapan genap setahun proses perawatan ini”. Proses perbaikan ini sudah dimulai dari hari selasa minggu yang lalu. target kerja sampai 31 Juli untuk payung nomor Sembilan dan untuk payung nomor delapan sampai tanggal 9 Agustus. Adapun kerusakan lainnya minor, yaitu lepasnya tali gantungan.
Sedikit himbauan dari saudara Anhadi, seorang pelaksana lapangan PT Global yang bertugas pada bahagian marmer yang juga dibawah naungan PT waskita Karya. Ia mengatakan “anak-anak yang ada di pekarangan masjid untuk tidak main-main atau naik-naik ke atas marmer yang ada di bahagian bawah tiang payung elektrik, karena akibat anak-anak kondisi marmer yang ada di bahagian tersebut mengalami kerusakan, sehingga kita khawatirkan akan terkena anak-anak”.
Kepada seluruh jamaah dan pengunjung mohon doa dan kesabaran dengan apa yang terjadi saat ini. Pasti ada hikmah dibalik ini semua, semoga segala niat baik dan sikap saling mendoakan senantiasa menghiasi diri kita. Amin.


