Kisah Mualaf Menjadi Muslim Lewat Mimpi

        Kisah haru seorang mualaf yang memutuskan untuk memeluk islam setelah menerima mimpi. Sudah beberapa minggu tidurnya selalu di datangkan oleh mimpi-mimpi yang menurut beliau tidak seperti biasanya. Setelah melaksanakan shalat  berjamaah di mesjid Raya Baiturraham.  Beristirahat sejenak sambil berbincang-bincang dengan seorang pemuda yang ternyata ketua remaja Mesjid Raya Baiturrahman. Ada hal yang mengejutkan ternyata beliau adalah seorang mualaf. 

Remaja Mesjid memberi santunan

Berawal dari mimpi yang datang 3 tahun lalu saat ia masih menganut protestan. Beliau bernama Yohanes Ruli Hariadi, memiliki istri dan 2 anak sampai sekarang masih berstatus protestan. Pak Johanes mengatakan bahwa mimpinya sudah berminggu-minggu menghantuinya. Dalam mimpinya ia bercerita bahwa ia melihat sosok orang berjubah putih dengan penuh cahaya. Cahaya yang menghalau pandangan mata. Dalam mimpi itu ada hal yang paling ia ingat, sebuah pesan yang ia terima untuk mencari arti dari dua kalimat syahadat.

Mimpi yang tidak biasa itu membuat ia terheran-heran tidak tau apa maksud dan arti mimpi tersebut. Ia juga di kenal sebagai seorang aktivis pemuda gereja, serta alumni lulusan Institut Kesenian Jakarta. 

Akhirnya ia memberanikan diri bertanya dan menceritakan kejadian yang tengah ia alami kepada seorang pastur. Ia menceritankan kronologis yang ia rasakan. Namun  pastur  malah mengatakan bahwa itu adalah sesat.  Lalu pastur itu menyarankan untuk duduk di tempat penembusan dosa. Seperti ada yang menjanggal jawaban dari pastur, namun ia tetap mengikuti perintah pastur. meskipun hatinya mulai menolak akan jawaban yang tidak mengena di hatinya.  

Bermalam sampai tertidur di tempat penembusan dosa justru ia mengalami mimpi yang serupa. Dalam mimpi itu lagi-lagi ia terusik oleh bisikan tentang kalimat syahadat, sebuah suara yang terdengar padanya bahwa bukan di tempat ini tujuannya. Terkejut dari mimpinya membuat ia gelisah sepanjang malam dan tidak bisa tidur nyenyak.

Untuk menenangkan pikirannya yang tidak tentram, akhirnya ia keluar dari sana dan menghampiri sebuah masjid yang ada di Jakarta timur. Ia mengadu dan bercerita pada seorang imam masjid. Ia mengaku pikirannya sudah tidak tentram atas kejadian ini, dan tidak tau harus menceritakan kepada siapa lagi. Ia di pertemukan dengan seorang ustad yang bernama Wahyudi Lc.

Perjumpaannya dengan ustad Wahyudi seperti ada titik cerah disana. Beliau di sarankan untuk segera meng-lafaz-kan dua kalimat syahadat. Allhamdulillah akhirnya beliau telah sah menjadi seorang muslim mualaf, kemudian beliau melewati masa khitan, serta mulai bergelut memperlajari ajaran islam rahmatan lil 'alamin. Dengan nama barunya yaitu Muhammad Al-fatih, beliau memutuskan untuk mendalami islam di pesantren Al-hidayat Jakarta timur.

foto bersama ketua Remaja Mesjid Raya Baiturrahaman

Statusnya sebagai seorang mualaf mengundang seorang dermawan untuk menemuinya dan akan mebantu segala keperluan dan kebutuhannya. Beliau sempat di tawarkan apa yang dinginkannya, serta apa saja yang di mintanya. Namun beliau menolak dan lebih memilih untuk tetap tinggal di pesantren tersebut.


Pertengahan 2016 lalu beliau beranjak merantau dan bekerja di Sabang. Sebelumnya beliau bercerita tempo dulu pernah berkunjung ke Banda Aceh. Saat ia masih menganut agama protestan. Sudah sedari dulu ia ingin sekali berkunjung ke masjid Raya Baiturrahman. Ia jatuh cinta terdahap keindahan mesjid Raya Baiturrahaman. Sampai sekarang ia masih terheran-heran hari ini ia telah berada di antara mesjid raya. Serta telah berstatus mualaf. Ia sangat bersyukur karena Allah telah memilihnya diantara salah satu hambanya yang diberi kesempatan untuk bertaubat. Mimpi tersebut telah membawanya pada pilihan yang benar. Kini beliau juga aktif dan bergabung di komunitas mualaf. Banyak hal-hal positif yang telah mereka lakukan.

 “Dan Allah menyeru (manusia) ke Darussalam (surga) dan memberikan petunjuk kepada orang yang Dia kehendaki kepada jalan yang lurus ( Islam) “ (QS.Yunus :25)

Ayat tersebut sudah terlihat jelas bahwa Allah akan memberikan hidayah kepada orang yang di kehendaki-Nya untuk memilih Islam. Tidak perduli berasal dari golongan apa, baik budak, aktor, aktris, pejabat, tokoh agama ataupun tokoh non-muslim.

Setelah berbincang lama, Remaja Mesjid Raya Baiturahmman menyumbang santunan sebesar Lima Ratus Ribu Rupiah kepada beliau. Para mualaf termasuk orang-orang yang berhak menerima zakat. Seperti bunyi ayat At-Taubah yang artinya "Sesungguhnya Zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah. Allah maha mengetahui, maha bijaksana." (QS. At-Taubah:60)

Semoga beliau tetap istiqomah di jalannya. Amin..amin yarabbal alamin.

*SRD (remaja mesjid raya baiturrahman)


Share

Unggulan

Kesempatan Emas Untuk Pemuda Yang Ingin Belajar Jadi Imam dan Penceramah. Yuk Daftar!

Banda Aceh - Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh mengadakan pelatihan Imam dan Penceramah menjelang bulan Ramadhan, ini m...