Penunjang Kemakmuran Mesjid

Sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa mesjid merupakan suatu sarana tempat ibadah, tempat kita umat yang beragama muslim berinteraksi dengan tuhan.

Mesjid juga merupakan tempat para orang orang yang berdatangan yang silih berganti setiap jam menit detik. Pengunjung yang berasal dari daerah berbeda beda, dengan keperluan yang berbeda beda pula. Selain dari pada shalat, ada yang datang hanya untuk berwisata,seperti turis lokal maupun mancanegara. Ada yang datang karena pustaka, ada pula yang datang untuk duduk menanti asa, ada juga yg mencari inspirasi semata.

Kerap sekali kita melihat terlintas di seputaran masjid, para turis dari negara tetangga silih berganti berdatangan setiap harinya. Dari sisi lain, dapat kita manfaatkan kehadiran mereka sebagai ajang promosi. momen seperti ini dapat di makfaatkan oleh remaja mesjid sebagai ajang promosi budaya dan wisata mesjid bagi pendatang. Perlu adanya “tour guide” lokal, yang siap dan mampu menuntun mereka. Ini menjadi sebuah harapan besar dan akan menjadi salah satu nilai tambah bagi kemakmuran mesjid.

Disisi lain, untuk meningkatkan sarana dan prasarana sebagai penunjang bagi pengungjung mesjid. Baiknya kita perhatikan lagi sarana-sarana seperti kotak saran yang belum nampak terlihat, mungkin sebagian pengunjung ingin sedikit memberi masukan yang membanggun untuk ke maslahatan mesjid. Namun karena prasarana yang kurang memadai akhirnya mereka mengurungkan niat untuk ikut berkontribusi dalam kemakmuran mesjid. Dengan adanya kotak saran saya rasa sangat berguna untuk menerima aspirasi dari khalayak ramai, selain kita mendapat saran saran dan masukan yang sifatnya positif serta membangun, juga dapat mendengar keluh kesah para pengunjung mesjid. 

Disisi lain juga dapat kita lihat para peminta minta yang dewasa ini semakin ramai saja, dengan jarak yang tidak jauh, hanya selang 2 meter k, kita sudah menemui para peminta minta lainnya.
Dalam hal ini para peminta tidak sepenuhnya salah mereka. Dikarenakan latar belakang yang kurang mendukung untuk dapat bekerja seperti orang normal. Kurangnya wadah untuk menamoung mereka juga menjadi salah satu problem. Namun kerap sekali juga kita menjumpa yang sehat wal afiat, akan tetapi ber-propesi sebagai peminta-minta. Dari  hal ini memang kodrat manusia saling memberi dan menolong sesama. 

Tidak heran para pengunjung masih banyak terlihat memberi tampa pamrih. Sifat sadaqoh ini membuat para peminta minta tidak mau keluar dari zona aman, mereka sudah merasa nyaman dengan keadaan seperti itu, sehingga kerap sekali kita menjumpai mereka yang bertebaran di sekitaran mesjid. Hal ini dapat merusak pemandangan lingkungan meajid, dari hal ini perlu adanya kerja sama antar pengunjung, kurangnya kesadaran pengunjung yang memberi sedekah tidak pada tempatnya, membuat para peminta yang enggan untuk beranjak dari sana.

Mari kita tingkatkan kesadaran diri bersama. Karena bekerja sama itu mempermudah segala urusan. Yang berat terasa ringan, yang ringan terasa enteng. Jazakumullah hu khairan

Share

Unggulan

Kesempatan Emas Untuk Pemuda Yang Ingin Belajar Jadi Imam dan Penceramah. Yuk Daftar!

Banda Aceh - Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh mengadakan pelatihan Imam dan Penceramah menjelang bulan Ramadhan, ini m...