Kesempatan Emas Untuk Pemuda Yang Ingin Belajar Jadi Imam dan Penceramah. Yuk Daftar!

Kesempatan Emas Untuk Pemuda Yang Ingin Belajar Jadi Imam dan Penceramah. Yuk Daftar!


Banda Aceh - Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh mengadakan pelatihan Imam dan Penceramah menjelang bulan Ramadhan, ini merupakan kelanjutan program dari agenda besar yaitu Gema Ramadan 1444 H. Program ini di kordinasikan langsung oleh Penanggung Jawab (PJ) Safari Ramadahan M. Yunus Al Ikram.

Program pelatihan imam dan penceramah ini terbuka untuk umum, bagi para remaja dan pemuda yang ingin berpartisipasi dalam belajar langsung menjadi imam maupun penceramah yang di bimbing langsung oleh wakil imam besar Masjid Raya Baiturrahman yaitu Tgk. H. Munawir Darwis, Lc., M.A untuk pelatihan imam. Sedangkan untuk pelatihan penceramah akan di bimbing langsung oleh Ust. Mursalin Basyah, Lc, MA, salah seorang penceramah Masjid Raya Baiturrahman Aceh.

Adapun persyaratannya yaitu laki-laki berusia minimal 15 s/d 30 tahun, berdomisili di banda aceh dan aceh besar, dan yang terpenting siap berkomitmen mengikuti sampai selesai.

Agar pelatihan lebih maksimal, maka untuk pendaftaran tahap 1 ini peserta akan dibatasi oleh panitia menjadi 20 perserta per masing-masing pelatihan. Peserta dapat mendaftar melalui google form yang telah di sediakan oleh panitia untuk mendaftar di pelatihan ini silahkan (link pendaftaran sudah di tutup) karena kouta sudah mencukupi. Trm ksh

Pendaftaran dibuka dari tanggal 15 - 23 Februari 2023. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari, hari pertama adalah belajar teori dan hari kedua di lanjutkan dengan belajar praktek. Harapan dari program ini yaitu agar terbentuknya mental dan karakter pendakwah di kalangan anak-anak muda, peserta yang mengikuti program ini juga akan berkesempatan untuk mempraktekkan langsung di bulan Ramadhan nanti dalam program safari Ramadhan di Banda Aceh dan Aceh Besar yang dilaksanakan oleh Remaja Masjid Raya Baiturrahman (RMRB).

Setiap peserta akan mendapatkan benefit berupa ilmu, relasi, E sertifikat yang di tanda tangani langsung oleh Imam Besar Masjid Raya Prof. Dr. Azman Ismail, MA sekaligus dapat memraktekkan langsung ilmu yang di dapatkan. Pelatihan ini gratis tanpa di pungut biaya apapun. 

Jadilah orang yang disebutkan oleh Allah SWT dalam Al Qur'an dalam surah Ali Imran ayat 104:

وَلْتَكُنْ مِّنْكُمْ اُمَّةٌ يَّدْعُوْنَ اِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ ۗ وَاُولٰۤىِٕكَ هُمُ الْمُفْلِحُوْنَ
Dan hendaklah di antara kamu ada segolongan orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh (berbuat) yang makruf, dan mencegah dari yang mungkar. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung. (Ali Imran 3:104)

[Penulis : M Yunus Al Ikram]
🅒mediarmrb
Solidaritas Aceh Untuk Turki

Solidaritas Aceh Untuk Turki

Banda Aceh - Gempa yang melanda Turki 6 Februari 2023 lalu sudah menelan korban 28.000 orang 12 Februari 2023. Gempa ini membuat luka yang mendalam bagi warga Turki. Tidak hanya Turki, Aceh yang notabennya sudah bersahabat dengan Turki sejak abad ke-16 juga berduka atas musibah yang di alami Turki

Hampir seminggu gempa yang melanda Turki ini diperkirakan korban masih akan terus bertambah, untuk membantu meringankan beban saudara kita di Turki sana, Remaja Masjid Raya Baiturrahman (RMRB) Banda Aceh membuka peluang kepada siapapun yang ingin memberikan donasi terbaiknya ACEH UNTUK TURKI agar dapat menyalurkan ke rekening:

BSI : 7189752665
a.n Remaja Masjid Raya Baiturrahman 

Bank Aceh : 61402200129034
a.n Remaja Masjid Raya Baiturrahman

Konfirmasi transfer
081362961965 (Ustad Sayed M. Husein)
081250803343 ( Ustad Rizki Suryadi)

Semoga sedekah yang disumbangkan dapat memberikan manfaat dan membantu saudara kita di Turki.
Gema Ramadhan Spesial Edition, Apanya Yang Spesial?

Gema Ramadhan Spesial Edition, Apanya Yang Spesial?


Banda Aceh - Melanjutkan hasil rapat lanjutkan tentang kegiatan bulan Ramadhan. Ketua Remaja Masjid Raya Baiturrahman Ambia Al Yusuf (RMRB) Banda Aceh bersama dengan ketua gema Ramadhan sambil ngobrol santai di kedai kopi membahas agenda yang akan dilaksakan dalam bulan Ramadhan. RMRB Banda Aceh akan mengadakan kegiatan selama bulan ramadhan, kegiatan ini bernama Gema Ramadhan. Terdapat beberapa kegiatan dalam gema Ramadhan ini yaitu : safari Ramadhan, bazar, baksi sosial, kunjungan sosial dan lainnya.

Tujuan dari pada gema Ramadhan ini adalah untuk menyiarkan agama Islam dan memanfaatkan momentum bulan Ramadhan penuh berkah untuk mencari pahala sebanyak banyaknya.

Ada yang spesial pada edisi Ramadhan ini, yaitu RMRB akan membuka peluang kepada anak muda yang ingin berpartisipasi dalam kegiatan gema Ramadhan yang akan di selenggarakan. Adapun yang ingin ikut berkontribusi nantinya akan dibuka pendaftaran dari tanggal 13 sampai 23 Februari 2023.

Peluang besar untuk anak muda yang ingin ikut kontribusi akan mendapatkan benefit berupa: relasi, e-sertifikat, rihlah, dan menjadi panitia inti dalam kegiatan gema Ramadhan 2023. 

[M Yunus Al Ikram]

Abi Junaidi Neuhuen Ucapkan Terima Kasih Kepada Kombes Hery Polda Metro Jakarta

Abi Junaidi Neuhuen Ucapkan Terima Kasih Kepada Kombes Hery Polda Metro Jakarta

(Foto : Proses Penyerahan Bantuan Dayah Raudhatul Muarrif Neuheun)

Neuheun, Aceh - Bapak Kombes dokter HERY WIJATMOKO Polda Metro Jakarta (mantan Kabid Dokkes Polda Aceh) memberikan bantuan sembako untuk dayah atau pondok pesantren di aceh diantaranya Dayah Istiqamatuddin Raudhatul Mu'arrif Desa Neuheun Aceh Besar. (Sabtu 21/1/2023)

(Foto : Serah terima bantuan (kiri Abi junaidi, kanan Pak Rosdianyah)

Bantuan tersebut di serahkan melalui Anggota Polda Aceh Rosdianyah, SE diterima langsung oleh Pimpinan Dayah Abi Tgk. Junaidi Ilyas serta di dampingi Santri dan sekretaris Dayah Muslim Asyek. S. Pd. Bantuan yg sama juga di salurkan untuk Dayah BABUS SA'ADAH TGK.SYIH MAHA RAJA GURAH Kec Peukan Bada Kab.Aceh Besar. tegas rosdianyah

(foto : serah terima bantuan dayah babus sa'adah)

Tgk Junaidi mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Hery Wijatmoko yang telah menyalurkan bantuan untuk dayah kami, dimana bantuan tersebut sangat bermanfaat untuk operasional sehari-hari santri dalam menuntut ilmu.
(Abi Junaidi (kiri) & Rosdianyah, SE (kanan)

(foto : pembangunan tempat wudhu santriwati)
 
Selain itu beliau menyampaikan bahwa panitia pembangunan dayah raudhatul muarif sedang melakukan pembangunan tempat wudhu untuk santriwati dan sempat terhenti dikarenakan kekurangan dana dalam pembangunan. Untuk melanjutkan pembangunan tersebut Maka di bukakan kesempatan beramal atau open donasi baik infaq, waqaf untuk seluruh masyarakat yang ingin berkontribusi dalam pembangunan tempat wudhu ini, berapapun donasi insyaAllah panitia terima dengan senang hati. setiap tetesan air wudhu mengalir pahala kepada orang yang membantu insyaAllah. di akhir tidak lupa mengucapakan Alhamdullilah semoga Allah memberikan keberkahan rezeki dan kemudahan dalam segala urusan kepada semuanya terkhusus kepada Bapak heri. amin (AA)

(foto : pembangunan tempat wudhu')


🅒mediarmrb
HISAN DAN REMAJA MASJID ADAKAN PERINGATAN 18 TAHUN TSUNAMI DI MASJID SYUHADA NEUHEUN

HISAN DAN REMAJA MASJID ADAKAN PERINGATAN 18 TAHUN TSUNAMI DI MASJID SYUHADA NEUHEUN

 

(Foto : Zikir & Doa Memperingati Stunami di masjid Syuhada neuheun)

RMRB Aceh - Himpunan Santri Neuheun (HISAN) bersama dengan Remaja Masjid Gampong Neuheun dan masyarakat Gampong Neuheun memperingati 18 Tahun Tsunami Aceh (26 Desember 2004 – 26 Desember 2022) di Masjid Syuhada Gampong Neuheun Kecamatan Masjid Raya Aceh Besar, Senin 26 Desember 2022 Mulai Pukul 08.15 WIB. Kegiatan ini merupakan kegiatan tahunan dari program-program kegiatan  HISAN dan Remaja Masjid Gampong Neuheun. 

Adapun rangkaian acara yang dilaksanakan pada peringatan 18 Tahun musibah Tsunami tersebut yakni dimulai dengan Shalat Dhuha berjama’ah kemudian dilanjutkan dengan Do’a Bersama dan Tausiyah Agama yang disampaikan oleh Tgk. Alaidin bin Tgk. Zainun yang merupakan Putra Neuheun Alumni dari Dayah Ulee Titi Aceh Besar.

HISAN (Himpunan Santri Neuheun) yang dipimpin oleh Tgk. Yusnaidi Bin Ilyas (Alumni Dayah Istiqamatuddin Darul Mu’arrif Lam Ateuk) mengatakan kegiatan peringatan ini harus selalu dilaksanakan setiap tahunnya, agar kita sebagai masyarakat selalu mengenang dan berdo’a kepada kaum muslimin pada umumnya dan kepada korban musibah tsunami khususnya. Apalagi Gampong Neuheun merupakan salah satu gampong yang juga merasakan musibah tsunami pada 26 Desember 2004 lalu.

(Jamaah perempuan)

Setelah do’a bersama, acara dilanjutkan dengan Tausiyah agama yang disampaikan oleh Tgk. Alaidin bin Tgk. Zainun, dalam Tausiyahnya, beliau menyampaikan ceramah dengan judul “Jadikan Tsunami sebagai Intropeksi Diri”. Tsunami yang telah kita lalui pada Tahun 2004 silam harus kita jadikan bahan evaluasi kita dalam mengintropeksi diri, dan kita sebagai umat manusia yang masih tinggal di dunia selalu memperbaiki diri dalam menjalani amar makruf nahi Munkar sebagaimana dalam satu riwayat Dari Abu Sa’id Al Khudri radiallahuanhu berkata : Saya mendengar Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda “man ra’a minkumul munkaran falyughayyirhu bi yaddihi, fa in lam yastati’ fa bi lisanih, fa in lam yastati’ fa bi qalbih wahuwa adh'aful iman : barang siapa di antara kalian melihat kemunkaran, hendaklah ia merubah dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; dan jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itulah iman yang paling lemah” ( HR. Muslim )

 kehidupan yang singkat ini untuk menghadapi hari esok di akhirat. Ujar Tgk, Alaidin dalam ceramahnya.

©️mediarmrb

Inti Sari Kajian Tentang Sosok Abuya Muhibbuddin Waly di Hotel Kyriad Muraya Aceh

Inti Sari Kajian Tentang Sosok Abuya Muhibbuddin Waly di Hotel Kyriad Muraya Aceh


(Foto : Kajian Peuglah Punca di Hotel Kyriad)

Prof. Dr. Tengku Chik H. Muhibuddin Waly Al-Khalidy atau yang kerap disapa Abuya Muhibuddin Waly atau Abuya Professor (17 Desember 1936 – 7 Maret 2012) adalah seorang ulama dan politikus Indonesia. Beliau merupakan Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah al-Waliyyah. Abuya Prof.Muhibbuddin Waly Al Khalidy juga tokoh intelektual Dayah Aceh. Sosok yang rajin berzikir & berfikir.Tokoh nasional juga internasional. Beliau adalah anak tertua Abuya muda waly dan dapat belajar penuh pada beliau, selesai di Bustanul muhaqqiqin dengan predikat terbaik. Gelar Prof didapatkan ditimur tengah setelah melewati berbagai ujian dan seleksi, hasilnya sangat baik sehingga diizinkan oleh para pakar timur tengah untuk menulis disertasi.

Pada tanggal 7 Maret 1987, gelar Profesor didapatinya dari institut ilmu Al-Qur'an. Beliau berkarakter lembut santun, demokratis tidak pernah paksa kehendak kepada siapapun, beliau juga sangat rajin membaca serta sangat menikmatinya. Beliau lahir dari keluarga ulama dan pengawal agama masyarakat Aceh. Ayahnya bernama Syekh Haji Muhammad Waly al-Khalidy dan ibunya Ummi Padang Hajjah Rasimah yang merupakan cucu dari Syekh Khatib Ali murid dari Syekh Ahmad Khatib Minangkabau. Sebelum baligh Abuya Muhibbudin Waly belajar dan mendalami ilmu keislaman langsung dari ayahnya yang juga seorang ulama terpandang, dengan para teman seperguruannya yang lebih tua darinya seperti Abu Tanoh Merah, Abu Abdul Aziz Samalanga, Abu Keumala, dan ulama lainnya.

Setelah menjadi alim yang rasikh ilmunya, pengembaraan intelektual Abuya Muhibuddin Waly dilanjutkan ke Timur Tengah, tepatnya di Universitas Al Azhar Kairo, Mesir dalam rentang tahun 1964-1971 ia bermukim di sana dan belajar dari para ulama besar Mesir di antaranya Syekh Muhammad Abu Zahrah sang pengarang terkenal, Syekh Ali Sayis dan para ulama lainnya. Di Mesir Abuya sering berziarah ke Maqam Imam Syafi’i, karena kata Syekh Muda Waly “Kiyai Siradjuddin Abbas (pengarang 40 Masalah Agama) dapat berziarah ke Makam Imam Syafi’i sedangkan aku belum pernah”.

Demikian keinginan yang pernah didengar dari ayahnya Syekh Haji Muhammad Waly. Berkat doa ayah dan para gurunya, dalam masa 6 tahun beliau telah menyelesaikan program doktornya di universitas tertua di dunia Al Azhar Syarif Mesir tanpa melalui jalur S-1 dan S-2 yaitu dengan penyetaraan ijazah dalam bidang Ushul Fiqih pada level starata dua dengan Bustanul Muhaqqiqin Darussalam Labuhan Haji. Disertasi yang diangkat mengenai ‘Ijtihad Dalam Fikih Islam’, yang kemudian diringkasnya menjadi pidato pengukuhan gelar Profesornya di Institut Ilmu Al Qur’an Jakarta pada tahun 1988, dikukuhkan langsung oleh Rektor IIQ Jakarta Prof. KH. Ibrahim Hosein, LML Legenda Fatwa Indonesia yang juga lulusan Al Azhar Mesir.

Setelah menyelesaikan pendidikan doktornya, Abuya Muhibbuddin Waly ‘hijrah’ ke daerah Ibukota. Dr KH Muhibbudin Waly menjadi dosen di beberapa lembaga baik formal maupun nonformal. Selain sebagai dosen, beliau juga menyampaikan ceramah-ceramah tasawufnya di Pengajian Tinggi Mesjid Istiqlal Jakarta tiap minggu pagi. Kemudian isi pengajian tersebut dibukukan dan dicetak sebagai syarahan dan penjelasan lengkap untuk Kitab Hikam Imam Ibnu ‘Attaillah al-Sakandary. Menurut almarhum Kiyai Haji Maskur (mantan Menteri Agama Indonesia) keberadaan buku Kyai Muhibbudin Waly memiliki arti yang penting, karena sejauh bacaan Kiyai Masykur, belum ada karya ulama yang mensyarah Hikam secara panjang lebar dalam bahasa Indonesia kecuali dalam versi melayu lama karangan Tokku Pulau Manis Trengganu.

Abuya Muhibbudin Waly juga tokoh kunci Naqsyabandiyah Aceh dari silsilah ayahnya Syekh Haji Muda Waly. Selain memiliki ijazah dari ayahnya Syekh Haji Muda Waly, ia juga pernah mengambil ijazah dari beberapa ulama besar lainnya. Diantaranya dari Syekh Muhammad Yasin al Padani dalam seluruh sanad hadits, kepada Sayyid Syekh Muhammad Alawi al-Maliki dalam sanad keilmuan Islam, dan kepada Mursyid Qadiriyah Naqsyabandiyah dari Suryalaya Syekh Ahmad Sohibul Wafa’ atau dikenal dengan Abah Anom dalam Tarekat Qadiriyah Naqsyabandiyah, dan juga kepada Syekh Hisyam Kabbani pengganti dari Syekh Nazim Haqqani dalam Tarekat Naqsyabandiyah Haqqaniyah yang berpusat di Barat..

Demikian yang dapat disimpulkan, mari kita ikuti jejak beliau dengan menjadikannya salah seorang CENTRAL FIGURE dari sekian ulama lainnya. Jazaakumullah. Semoga bermanfaat. Wassalam,

Penulis : Tgk Asnawi Usman dikajhu.
Tanggal Kajian : 21 Desember 2022

🅒mediarmrb

Share

Unggulan

Kesempatan Emas Untuk Pemuda Yang Ingin Belajar Jadi Imam dan Penceramah. Yuk Daftar!

Banda Aceh - Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh mengadakan pelatihan Imam dan Penceramah menjelang bulan Ramadhan, ini m...