RMRB Kunjungan ke Panti Asuhan

RMRB Kunjungan ke Panti Asuhan

Kunjungan Ke Panti Asuhan

Isak tangis dari seorang perempuan paruh baya yang terdengar dihadapan banyak orang sore hari itu, sehingga membuat orang-orang yg berhadir saat itu terasa sedih yang sangat mendalam, seakan merasa sesuatu yang sama. Kami tidak tahu persis apa yang membuat ia begitu sedih, dan kami menganggap sedihnya ia karena kondisi ekonomi dan anak-anak panti.
Ibu itu bernama Nur Asiyah, yang sejak lama mengurus sebuah panti asuhan yang beralamat di gampong Lampermai Cot Iri Aceh Besar. Panti asuhan ini dibentuk oleh sebuah yayasan besar di Aceh yang bernama Al-washliyah yang pada dasarnya beralamat di gampong Rukoh Darussalam Banda Aceh. Jumlah pengurus panti tidak lebih dari lima orang yang kami lihat dan Jumlah anak-anak pun sekitar lima belas orang.
Saat ditanyai tentang kondisi keluarga mereka rata-ratanya fakir miskin dan banyak yang pulang dan tinggal di rumah masing-masing. Padahal banyak gedung bagus yg tidak di fungsikan. setelah ditanyai sama anak-anak di panti, mereka menjawab bahwa gedung itu  pada awalnya banyak dihuni oleh anak-anak panti, karena kondisi gedung yang angker dan banyak anak-anak panti yang kerasukan arwah ghaib sehingga tidak ada lagi yg menghuninya. Padahal fasilitas serba lengkap.
Hari itu Minggu 10/6/2018 Remaja Masjid Raya Baiturrahman (RMRB) mengadakan kegiatan kunjungan ke panti asuhan, selain memberikan santunan kepada anak-anak panti, remaja masjid mendisain acara ini dengan begitu bagus yaitu hiburan untuk anak-anak panti, ceramah singkat yg disampaikan oleh salah seorang anggota RMRB, penyerahan sembako untuk panti asuhan, shalat magrib berjamaah sekaligus samadiah untuk orang-orang yang sudah duluan meninggalkan kita dan untuk para donatur dan seluruh pendukung perjuangan dakwah RMRB.
Kegiatan kunjungan ini sekaligus menutupi kegiatan-kegiatan RMRB yang ada pada bulan Ramadhan. Adapun kegiatan-kegiatan lainnya adalah bazar buku, safari dakwah, kajian mingguan pemuda, dan bakti sasial yang kali ini diadakan di kecamatan Betung kabupaten Nagan Raya. Kegiatan ini semua dinamakan dengan Gema Ramadhan RMRB yang di hadirkan setiap tahunnya dalam bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini bertujuan agar para pemuda ramai dan tetap hadir di masjid sambil beri'tiqaf. Sehingga pada bulan suci Ramadhan ini maksimal ibadah yang di lakukannya.
Pada kegiatan kunjungan panti asuhan ini yg sekaligus penutupan kegiatan Gema Ramadhan. Ketua umum Remaja Masjid Raya Baiturrahman yaitu Anwar Ridha, S.Pd. mengatakan dalam kata sambutannya bahwa "kegiatan yang serupa ini tetap harus di lestarikan apalagi kegiatan kunjungan panti asuhan ini karena pahalanya sangat besar untuk mengharapkan keridhaan Allah swt. dan ucapan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur dan pengurus Masjid Raya Baiturrahman yang ikut serta mendukung suksesnya kegiatan mulia ini. Semoga Allah swt. membalas amal ibadah ini dengan balasan terbaik. Amien".
Sucikan Hati, Jiwa dan Raga Dalam Menyambut Bulan Yang Penuh Berkah

Sucikan Hati, Jiwa dan Raga Dalam Menyambut Bulan Yang Penuh Berkah

Nisfu Sya'ban adalah peringatan ibadah khusus pada bulan ini yang jatuh pada pertengahan bulan Sya'ban. Yang mana pada malam itu menjelang diangkatnya catatan amalan dalam setahun ini ingin dalam keadaan ibadah yang maksimal kepada Allah swt. Sebagaimana sabda Nabi saw.

“Bulan itu sering dilupakan orang, karena diapit oleh bulan Rajab dan Ramadhan, padahal pada bulan itu, diangkat amalan-amalan (dan dilaporkan) kepada Tuhan Rabbil Alamin. Karenanya, aku ingin agar sewaktu amalanku dibawa naik, aku sedang berpuasa.” (HR Ahmad dan Nasai – Sunah Abu Dawud).

Imam Ghazali mengistilahkan malam Nisfu Sya’ban sebagai malam yang penuh dengan syafaat (pertolongan). Diterangkan secara jelas dalam kitab Ihya' Ulumuddin karya Imam Al-Ghazali. pada malam ke-13 bulan Sya’ban Allah SWT memberikan seperti tiga syafaat kepada hambanya. Sedangkan pada malam ke-14, seluruh syafaat itu diberikan secara penuh. Dengan demikian, pada malam ke-15, umat Islam dapat memiliki banyak sekali kebaikan sebagai penutup catatan amalnya selama satu tahun. Karena pada malam ke-15 bulan Sya’ban inilah, catatan perbuatan manusia penghuni bumi akan dinaikkan ke hadapan Allah swt.

Syaikh‘Abdul Qadir al-Jailaniy berkata, “Malam Nishfu Sya’ban adalah malam yang paling mulia setelah Lailatul Qodr.” (Kalaam Habiib ‘Alwiy bin Syahaab)

Berkata Imam Syafii rahimahullah : “Doa mustajab adalah pada 5 malam, yaitu malam jumat, malam idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan rajab, dan malam nisfu sya’ban” (Sunan Al Kubra Imam Baihaqiy juz 3 hal 319).

Dengan adanya anjuran-anjuran diatas yang dapat kami jadikan sebagai dalil maka Keluarga Besar Masjid Raya Baiturrahman alhamdulillah sukses mengadakan kegiatan malam Bara'at menjelang diangkatnya catatan amalan setahun ini. Adapun susunan kegiatannya adalah shalat 'Isya berjama'ah, shalat sunnah Tasbih, Zikir Besama Majlis Zikir Nurun Nabi dan ceramah umum oleh KH. Ma'mun Murod Al-Basyri.


Semestinya kami lebih siap dalam mengadakan kegiatan ini, yang mana seharusnya sudah dimulai setelah shalat magrib berjama'ah dengan membaca surah Yasin tiga kali secara berjama'ah dengan niat, Dipanjangkan umur, Dimudahkan rizki, dan Ditetapkan iman yang kuat, dan ditutup dengan do'a Nisfu Sya'ban. Muda-mudahan Allah swt. menerima segala amalan di malam ini dan kedepan panitia ini akan lebih siap dalam segala kegiatan.






Share

Unggulan

Kesempatan Emas Untuk Pemuda Yang Ingin Belajar Jadi Imam dan Penceramah. Yuk Daftar!

Banda Aceh - Remaja Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh mengadakan pelatihan Imam dan Penceramah menjelang bulan Ramadhan, ini m...